Selasa, 20 Oktober 2015

MANAJEMEN DATA EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF

BAB I

PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan faktor-faktor yang menentukan keadaan yang berhubungan dengan kesehatan atau kejadian-kejadian pada kelompok penduduk tertentu. (Last, Beagehole et al,1993)
Pengertian Pokok Epidemiologi:
  1. Frekuensi : masalah kesehatan, banyaknya masalah kesehatan (kesakitan, kecelakaan dll) pada sekelompok manusia. Dilakukan 2 hal pokok , yaitu menemukan dan mengukur masalah kesehatan.
  2. Penyebaran masalah kesehatan : Pengelompokkan masalah kesehatn menurut keadaan tertentu, ciri2 Person (manusia), Place (tempat) dan Time (waktu).
  3. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi : Faktor penyebab suatu maslah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebarannya maupun penyebab timbulnya masalah kesehatan. Dengan menyususn langkah- langkah pokok berupa perumusan, uji hipotesa dan penarikan kesimpulan sebab akibat.
Manajemen data merupakan proses perencanaan, penanganan, dokumentasi, memeriksa, membersihkan, penyimpanan dan menempatkan data selama tahapan studi / penelitian.
1.2 Tujuan dan Manfaat
            Tujuan dari pemanfaatan data epidemiologi deskriptif untuk mendapatkan pola frekuensi dan distribusi penyakit dan masalah kesehatan menurut populasi, letak geografis dan waktu. Tujuan yang lebih detil yaitu :
1.      Menggambarkan distribusi keadaan masalah kesehatan sehingga dapat diduga kelompok mana di masyarakat yang paling terserang
2.      Memperkirakan besarnya masalah kesehatan pada berbagai kelompok
3.      Mengidentifikasi dugaan adanya faktor yang mungkin berhubungan terhadap masalah kesehatan menjadi dasar perumusan hipotesis
4.      Penyediaan data yang digunakan untuk kegiatan perencanaan program penanggulangan penyakit
5.      Mendeteksi adanya outbreak
6.      Manfaat dari studi epidemiologi deskriptif adalah yang pertama memberi masukan tentang pengalokasian sumber daya dalam rangka perencanaan kesehatan, administrator kesehatan, dan memberi pelayanan kesehatan, yang kedua memberi petunjuk awal untuk merumuskan hipotesis.

BAB II
 MANAJEMEN DATA EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF

2.1 Pengertian
Data merupakan bahan mentah yang masih perlu proses transformasi untuk menjadi informasi. Maka dari itu perlu manajemen data yaitu proses pengolahan dan analisis untuk merubah data menjadi informasi.
Epidemiologi deskriptif adalah cabang dari epidemiologi yang mempelajari terjadinya (frekuensi) dan penyebaran (distribusi) suatu penyakit atau masalah kesehatan pada penduduk menurut faktor orang, tempat dan waktu.
2.2 Variabel Data Epidemiologi Deskriptif
Variabel epidemiologi deskriptif dikelompokan menurut: orang (person), tempat (place) dan waktu (time).
1. Variabel Orang (person)
Variabel orang disini adalah karakteristik atau ciri khas dari manusia yang menyebabkan manusia itu memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan penyakit. Variabel ini meliputi umur, jenis kelamin, kelas sosial, pekerjaan, etnik/suku, status perkawinan, besarnya keluarga, dan paritas.
2. Variabel tempat (place)
Variabel tempat diartikan sebagai keadaan atau faktor lokasi atau wujud yang menggambarkan lingkungan dimana penyakit timbul. Dalam epidemiologi deskriptif tempat biasanya dikategorikan dalam sifat dikotomi yaitu perkotaan-pedesaan, pemukiman-bukan pemukiman, domestik-asing, institusi-nonistitusi, dll. Hubungan antara penyakit dan tempat menunjukkan adanya faktor-faktor, yang mempunyai arti penting sebagai penyebab timbulnya penyakit yang ada katanya antara penghuni dan tempat yang dihuni. 
3. Variabel waktu (time)  
Data dari penyakit yang sama bisa dikelompokkan dalam kurun waktu yang bermacam-macam. Variabel ini meliputi meliputi jam, hari, bulan, tahun, tanggal, musim penghujan, kemarau.

2.3  Aturan Epidemiologi Dalam Manajemen Data Kesehatan

            Ada 5 Aturan Epidemiologi dalam manajemen data yang berhubungan dengan pembuatan dan pengambil kebijakan, aturan tersebut yaitu :
1.      Pertama : Rumuskan secara seksama pertanyaan yang anda ingin jawab dengan cara yang khusus untuk distribusi dari masalah kesehatan  dan atau masalah penyakit dalam kelompok masyarakat.
2.      Kedua : Kumpulkan data, dari jenis dan dengan cara, yang bersangkut-paut dengan tujuan-tujuan yang ingin diketahui dalam suatu pelaksanaan program, study atau penelitian.
3.      Ketiga : Susun  data menurut cara yang akan membantu menunjukkan pola-pola yang tersurat atau tersirat dalam hipotesis-hipotesis yang berkaitan dengan tujuan-tujuan (Ingat! Pola-Pola terjadinya suatu Kasus).
4.      Keempat : Buat prediksi-prediksi (dari sampel data ) tentang penyebaran-penyebaran gabungan kesehatan, penyakit dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mereka dalam populasi darimana data diambil.
5.      Kelima  : Periksa dengan teliti reliabilitas (pengukuran kembali) prediksi-prediksi tersebut.

 2.4 Tahapan Manajemen Data
Setelah melakukan pengumpulan data, tahap berikutnya adalah manjemen data yang terdiri dari data editing, coding, pemasukan (entry) data, pembersihan (cleaning) data, dan analisis data.
1. Editing
Editing dimaksudkan untuk meneliti kembali apakah isian dalam kuesioner sudah cukup baik dan dapat segera diproses lebih lanjut . Merupakan proses pengolahan data yang sudah dapat dilakukan sedini mungkin di lapangan. Editing dapat dilakukan oleh pewawancara sendiri atau oleh pengawas lapangan.  Hal yang perlu diperhatikan dalam editing :
1.  Kelengkapan jawaban
2.  Keterbacaan tulisan
3.  Kesesuaian jawaban satu dengan lainnya 
4.  Keseragaman satuan ukuran
2. Coding
Dalam pengolahan data, jawaban yang diperoleh diberi simbol nerupa angka, simbol angka disebut kode. Coding dimaksudkan untuk mengklasifikasikan jawaban menurut jenis atau macamnya. Klasifikasi dilakukan dengan cara menandai jawaban dengan kode (dianjurkan berupa angka) tertentu.
Pada proses coding perlu dibuat buku kode atau coding book yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi variable yang akan dipakai dalam proses analisis data dan juga membaca hasil analisis. Buku kode biasanya berisi :
1.  Nomor Pertanyaan
2.  Nama variabel
3.  Jenis/type variabel
4.  Lebar variabel
5.  Label dan value label
            Dalam memberikan kode perlu diperhatikan : Apakah kode tersebut hanya simbol atau melambangkan skor. Untuk kode “tidak tahu”, “tidak relevan” dan “lain-lain” diberi kode tertentu yang sama untuk memudahkan waktu analisis.
3. Entry Data
Setelah editing dan coding dilakukan, langkah berikutnya adalah memasukkan data dalam kartu tabulasi atau file computer.
1. Kartu Tabulasi
Kartu tabulasi adalah sebuah kartu ukuran persegi panjang dengan ukuran kira-kira 15x20 cm, atau lebih kecil. Data yang telah dikode dipindahkan ke dalam masing-masing kotak bernomor pada kartu. Setiap kotak memuat data pindahan dari keesioner. Kartu tabulasi memuat data-data masing-masing responden.
2. File Komputer
File komputer adalah kode-kode elektromagnetik yang digunakan untuk menyimpan data dan data tersebut dapat ditampilkan kembali jika diperlukan. Ada banyak software yang bisa digunakan untuk entry data, diantaranya : Excel, Data base, SPSS, Epi Info, Minitab, dan lainnya. Pada file komputer, jawaban satu responden akan tersimpan dalam satu record yang terdiri dari beberapa variabel/field. Dibuat struktur file yang berisi nama variabel, jenis dan lebar variable.
4. Cleaning Data
Setelah data dimasukkan, data tidak langsung siap untuk dianalisis, data harus bebas dari kesalahan Cleaning data adalah proses untuk menguji kebenaran data. Tujuan cleaning data yaitu untuk menyiapkan data agar pada saat analisis bebas dari kesalahan.Metode yang digunakan antara lain :
1.   Saat pengumpulan data
          Setelah pengumpulan data, cleaning harus segera setelah data dikumpulkan.
Diperiksa kebenaran, kelengkapan pengisian data
2.   Saat coding
              Memeriksa ulang isian sambil melakukan coding
3. Saat data entry
Beberapa program komputer dilengkapi fasilitas untuk melakukan loncatan,menentukan range jawaban, hubungan antar variabel (cek logika), dll
4.  Sebelum analisis
a.    Validasi data : 2 orang memasukkan data yang sama, dibandingkan hasilnya
b.   Distribusi frekuensi : Mengecek apakah ada nomor kode diluar kode yang
ditetapkan.
c.    Tabulasi silang (tabel kontingensi) : Mencek apakah ada pertanyaan yang meloncat.
5.         Analisis Data
Tahap terakhir untuk merubah data menjadi informasi adalah  “analisis data”. Data hasil penelitian deskriptif disajikan apa adanya berdasarkan data yang diperoleh tidak perlu dilakukan uji statistik seperti uji Chi Square, uji-t, regresi atau korelasi karena tidak diperlukan adanya hipotesis. Dalam epidemiologi deskriptif juga tidak melakukan perhitungan faktor resiko terjadinya masalah kesehatan, seperti prevalensi rasio (RR), atau Odd Rasio (OR) atau Relative Risk (RR). Hal-hal yang dilakukan dalam analisis data epidemiologi deskriptif:
1. Analisis untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat.
Menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat bisa melalui analisis :
1)  Tabel frekuensi dan tabulasi :
- Tabel distribusi frekuensi :Tabel distribusi frekuensi menggambarkan pengaturan data secara teratur yang berurutan sesuai dengan besar kecilnya angka atau digolong-golongkan ke dalam suatu kelas yang sesuai dengan tingkatan dan jumlah yang ada pada masing-masing kelas.
a)   Tabulasi silang silang:Tabel tabulasi silang menunjukkan distribusi frekuensi antar variabel yang dihubungkan untuk diketahui jumlah frekuensinya sesuai dengan variabel- variabel yang dihubungkan secara silang (crostabs)
b)  Rata-rata hitung (mean) : Rata-rata hitung adalah total semua nilai dibagi jumlah pengamatan
c)   Indikator kesehatan : Indikator kesehatan adalah ukuran yang menggambarkan status kesehatan kelompok orang dalam populasi tertentu.
2. Interpretasi data dan menentukan masalah kesehatan yang ada dengan cara :
a.       Membandingkan cakupan dengan target
b.      Membandingkan cakupan saat ini dengan cakupan sebelumnya
c.       Membandingkan dengan skala yang lebih luas
d.      Melihat trend
              3. Analisis dan interpretasi faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang ada.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan manajemen data epidemiologi deskriptif adalah kegiatan pengolahan dan analisis data untuk mendapat gambaran frekuensi serta distribusi suatu masalah kesehatan pada penduduk menurut tempat, orang, dan waktu.
3.2 Saran
            Sebaiknya dalam penelitian pengolahan data hendaknya sesuai dengan teknik atau cara pengolahan data dan sesuai dengan tahapan manajemen data.



DAFTAR PUSTAKA
                                                            
1.    Budiarto, Eko. 2003. Pengantar Epidemiologi.  Jakarta: EGC
2.    Kunthi, Dyan N. 2011. Konsep Dasar Epidemiologi. Jakarta: EGC
3.    Morton, Richard. 2009. Panduan Studi Epidemiologi dan Biostatistik. Jakarta: EGC
4.    Noor, Nur Nasry.2008. Epidemiologi. Jakarta: Rineka Cipta
5.    Notoadmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni.Jakarta:
Rineka Cipta





Jumat, 22 Mei 2015

Studi Ekologi




Epidemiologi berasal dari kata Epi, Demos & Logos. Epi adalah tentang  penyakit, demos adalah penduduk, dan logos adalah ilmu. Jadi EPIDEMIOLOGI adalah : Suatu ilmu yang mempelajari distribusi (penyebaran), frekuensi (Jumlah/Angka) dan determinan (Penyebab) penyakit/masalah kesehatan pada suatu penduduk. Menurut CDC 2002, Last 2001 dan Gordies 2000, epidemilogi is the mother of public health.
 Epidemiologi merupakan cabang ilmu yang membelajari tentang  penyebaran penyakit dan faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia. Penyebaran penyakit disini merupakan penyebaran penyakit menurut sifat orang tempat dan waktu. Jadi disamping mempelajari siapa yang terkena  penyakit, epidemiologi juga membahas mengenai dimana dan bagaimana suatu  penyakit dapat menyebar. Selanjutnya jawaban dari pertanyaan itu akan memunculkan data mengenai jumlah penderita dari satu jenis penyakit, jenis kelamin penderita, lokasi dimana penderita tinggal, bagaimana penyakit itu dapat menginfeksi penderita dan pada akhirnya kapan penyakit itu sering muncul, pada saat musim hujan, pancaroba atau pada saat musim kemarau.
Berdasarkan latar belakang di atas, Penulis merumuskan masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Apakah definisi dari studi ekologi?
2.      Apa saja kekuatan dan kelemahan studi ekologi?
3.      Apa karakteristik penelitian ekologi?
4.      Apa tujuan penelitian ekologi?


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang studi ekologi/ korelasi.
1.      Mengetahui definisi studi ekologi / korelasi.
2.      Mengetahui kekuatan dan kelemahan studi ekologi / korelasi.
3.      Menjelaskan karakteristik penelitian ekologi / korelasi.
4.      Menjelaskan tujuan penelitian ekologi / korelasi.



2.1 Definisi Studi Ekologi / Korelasi
Pengertian Studi ekologi atau studi korelasi populasi adalah studi epidemiologi dengan populasi sebagai unit analisis, yang bertujuan mendeskripsikan hubungan korelatif antara penyakit dan faktor-faktor yang diminati peneliti. Faktor-faktor tersebut misalnya, umur, bulan, obat-obatan.Unit observasi dan unit analis pada studi ini adalah kelompok (agregat) individu, komunitas atau populasiyang lebih besar. Agregat tersebut biasanya dibatasi oleh secara geografik, misalnya penduduk provinsi, penduduk kab/kota, penduduk negara, dan sebagainya.
Penelitian korelasi atau ekologi adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel (Faenkel dan Wallen, 2008:328). Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini biasanya melibatkan ukuran statistik/tingkat hubungan yang disebut dengan korelasi (Mc Millan dan Schumacher, dalam Syamsuddin dan Vismaia, 2009:25). Penelitian korelasional menggunakan instrumen untuk menentukan apakah, dan untuk tingkat apa, terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih yang dapat dikuantitatifkan.
Penelitian korelasional dilakukan dalam berbagai bidang diantaranya pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini hanya terbatas pada panafsiran hubungan antarvariabel saja tidak sampai pada hubungan kausalitas, tetapi penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk diajadi penelitian selanjutnya seperti penelitian eksperimen (Emzir, 2009:38).
2.2 Kekuatan dan Kelemahan Studi Ekologi
Kekuatan studi ekologi, meliputi:
1.      Kekuatan pada studi ekologikal adalah dapat menggunakan data insidensi, prevalensi maupunmortalitas( data sekunder).
2.      Rancangan ini tepat sekali digunakan pada penyelidikan awal hubungan penyakit, sebab mudah dilakukan dan murah dengan memanfaatkan informasiyang tersedia.
3.      Dapat mengevaluasi program, kebijakan dan regulasi.

Kelemahan studi ekologi, meliputi:
Studi ekologi tak dapat dipakai untuk menganalisis hubungan sebab akibat karena dua alasan.
1.      Alasan pertama adalah, ketidak mampuan menjembatani kesenjangan status paparan dan status penyakit pada tingkat populasi dan individu.
2.      Sedangkan alasan kedua adalah studi ekologi tak mampu untuk mengontrol faktor perancu potensial.
2.3 Karakteristik studi Ekologi / Korelasi
Menurut Sukardi (2004:166) penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.
  2. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata.
  3. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan
2.4 Tujuan Studi Ekologi / Korelasi
            Tujuan penelitian korelasional menurut Suryabrata (dalam Abidin, 2010) adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Sedangkan menurut Gay dalam Emzir (2009:38) Tujuan penelitian korelasional adalah untuk menentukan hubungan antara variabel, atau untuk menggunakan hubungan tersebut untuk membuat prediksi. Studi hubungan biasanya menyelidiki sejumlah variabel yang dipercaya berhubungan dengan suatu variabel mayor, seperti hasil belajar variabel yang ternyata tidak mempunyai hubungan yang tinggi dieliminasi dari perhatian selanjutnya.


BAB 3 : PENUTUP
3.1 Simpulan
1.   Studi ekologi atau studi korelasi populasi adalah studi epidemiologi dengan populasi sebagai unit analisis, yang bertujuan mendeskripsikan hubungan korelatif antara penyakit dan faktor-faktor yang diminati peneliti.
2.   Kekuatan studi ekologi, meliputi: Kekuatan pada studi ekologikal adalah dapat menggunakan data insidensi, prevalensi maupun mortalitas (data sekunder), Rancangan ini tepat sekali digunakan pada penyelidikan awal hubungan penyakit, sebab mudah dilakukan dan murah dengan memanfaatkan informasiyang tersedia, Dapat mengevaluasi program, kebijakan dan regulasi.
Kelemahan studi ekologi, meliputi:
Studi ekologi tak dapat dipakai untuk menganalisis hubungan sebab akibat,karena ketidak mampuan menjembatani kesenjangan status paparan dan status penyakit pada tingkat populasi dan individu, sedangkan alasan kedua adalah studi ekologi tak mampu untuk mengontrol faktor perancu potensial.
  1. Karakteristik studi ekologi adalah Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen, memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata, memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan,
  2. Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi.



3.2 Saran

            Setelah mempelajari desain studi ekologi / korelasi mahasiswa mampu melakukan penelitian dengan memakai metode studi ekolgi / korelasi dalam penyelesaian skripsi diakhir perkuliahan nanti sebagai syarat mutlak dalam penyelesaian strata I.

DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Muhammad Zainal. 2008. Penelitian Korelasional. (artikel). Dalam http://www.Muhammad Zainal Abidin Personal Blog.htm.
Atmodjo, J. Tri. 2005. Modul Penelitian Korelasi (artikel). Jakarta: Fikom Universitas Mercubuana Jakarta.
Notoadmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta:
Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Manajemen penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.