BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Epidemiologi adalah studi
tentang distribusi dan faktor-faktor yang menentukan keadaan yang
berhubungan dengan kesehatan atau kejadian-kejadian pada kelompok penduduk
tertentu. (Last, Beagehole et al,1993)
Pengertian Pokok
Epidemiologi:
- Frekuensi : masalah kesehatan, banyaknya masalah kesehatan (kesakitan, kecelakaan dll) pada sekelompok manusia. Dilakukan 2 hal pokok , yaitu menemukan dan mengukur masalah kesehatan.
- Penyebaran masalah kesehatan : Pengelompokkan masalah kesehatn menurut keadaan tertentu, ciri2 Person (manusia), Place (tempat) dan Time (waktu).
- Faktor-Faktor Yang mempengaruhi : Faktor penyebab suatu maslah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebarannya maupun penyebab timbulnya masalah kesehatan. Dengan menyususn langkah- langkah pokok berupa perumusan, uji hipotesa dan penarikan kesimpulan sebab akibat.
Manajemen data merupakan proses perencanaan, penanganan, dokumentasi,
memeriksa, membersihkan, penyimpanan dan menempatkan data selama tahapan studi
/ penelitian.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan
dari pemanfaatan data epidemiologi deskriptif untuk mendapatkan pola frekuensi
dan distribusi penyakit dan masalah kesehatan menurut populasi, letak geografis
dan waktu. Tujuan yang lebih detil yaitu :
1.
Menggambarkan distribusi keadaan masalah
kesehatan sehingga dapat diduga kelompok mana di masyarakat yang paling
terserang
2.
Memperkirakan besarnya masalah kesehatan
pada berbagai kelompok
3.
Mengidentifikasi dugaan adanya faktor
yang mungkin berhubungan terhadap masalah kesehatan menjadi dasar perumusan
hipotesis
4.
Penyediaan data yang digunakan untuk
kegiatan perencanaan program penanggulangan penyakit
5.
Mendeteksi adanya outbreak
6.
Manfaat dari studi epidemiologi
deskriptif adalah yang pertama memberi masukan tentang pengalokasian sumber
daya dalam rangka perencanaan kesehatan, administrator kesehatan, dan memberi
pelayanan kesehatan, yang kedua memberi petunjuk awal untuk merumuskan
hipotesis.
MANAJEMEN DATA EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF
2.1 Pengertian
Data merupakan bahan mentah yang
masih perlu proses transformasi untuk menjadi informasi. Maka dari itu perlu
manajemen data yaitu proses pengolahan dan analisis untuk merubah data menjadi informasi.
Epidemiologi deskriptif adalah
cabang dari epidemiologi yang mempelajari terjadinya (frekuensi) dan penyebaran
(distribusi) suatu penyakit atau masalah kesehatan pada penduduk menurut faktor
orang, tempat dan waktu.
2.2 Variabel Data Epidemiologi Deskriptif
Variabel epidemiologi deskriptif dikelompokan
menurut: orang (person), tempat (place) dan waktu (time).
1. Variabel Orang (person)
Variabel orang disini adalah karakteristik atau
ciri khas dari manusia yang menyebabkan manusia itu memiliki resiko yang lebih
tinggi untuk mendapatkan penyakit. Variabel ini meliputi umur, jenis kelamin, kelas sosial,
pekerjaan, etnik/suku, status perkawinan, besarnya keluarga, dan paritas.
2. Variabel tempat (place)
Variabel tempat diartikan sebagai keadaan atau
faktor lokasi atau wujud yang menggambarkan lingkungan dimana penyakit timbul.
Dalam epidemiologi deskriptif tempat biasanya dikategorikan dalam sifat
dikotomi yaitu perkotaan-pedesaan, pemukiman-bukan pemukiman, domestik-asing,
institusi-nonistitusi, dll. Hubungan antara penyakit dan tempat menunjukkan
adanya faktor-faktor, yang mempunyai arti penting sebagai penyebab timbulnya
penyakit yang ada katanya antara penghuni dan tempat yang dihuni.
3. Variabel waktu (time)
Data dari penyakit yang sama bisa dikelompokkan
dalam kurun waktu yang bermacam-macam. Variabel ini meliputi meliputi jam,
hari, bulan, tahun, tanggal, musim penghujan, kemarau.
2.3 Aturan Epidemiologi Dalam Manajemen Data Kesehatan
Ada 5 Aturan Epidemiologi dalam manajemen data yang berhubungan dengan pembuatan dan pengambil kebijakan, aturan tersebut yaitu :
1. Pertama : Rumuskan secara seksama pertanyaan yang anda ingin
jawab dengan cara yang
khusus untuk distribusi dari masalah kesehatan dan atau masalah penyakit
dalam kelompok masyarakat.
2. Kedua : Kumpulkan data, dari jenis dan dengan cara, yang bersangkut-paut dengan
tujuan-tujuan yang ingin diketahui dalam suatu pelaksanaan program, study atau
penelitian.
3. Ketiga : Susun data menurut cara yang akan membantu menunjukkan pola-pola
yang tersurat atau tersirat dalam hipotesis-hipotesis yang berkaitan dengan
tujuan-tujuan (Ingat! Pola-Pola
terjadinya suatu Kasus).
4. Keempat : Buat prediksi-prediksi (dari sampel data ) tentang
penyebaran-penyebaran gabungan kesehatan, penyakit dan faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi mereka dalam populasi darimana data diambil.
5. Kelima : Periksa dengan teliti reliabilitas (pengukuran
kembali) prediksi-prediksi tersebut.
2.4 Tahapan Manajemen Data
Setelah melakukan pengumpulan
data, tahap berikutnya adalah manjemen data yang terdiri dari data editing, coding, pemasukan (entry) data, pembersihan (cleaning) data, dan analisis data.
1. Editing
Editing dimaksudkan untuk meneliti
kembali apakah isian dalam kuesioner sudah cukup baik dan dapat segera diproses
lebih lanjut . Merupakan proses pengolahan data yang sudah dapat dilakukan
sedini mungkin di lapangan. Editing
dapat dilakukan oleh pewawancara sendiri atau oleh pengawas lapangan. Hal yang perlu diperhatikan dalam editing :
1. Kelengkapan jawaban
2. Keterbacaan tulisan
3. Kesesuaian jawaban satu
dengan lainnya
4. Keseragaman satuan ukuran
2.
Coding
Dalam
pengolahan data, jawaban yang diperoleh diberi simbol nerupa angka, simbol
angka disebut kode. Coding dimaksudkan untuk mengklasifikasikan jawaban menurut
jenis atau macamnya. Klasifikasi dilakukan dengan cara menandai jawaban dengan kode (dianjurkan berupa angka) tertentu.
Pada proses coding perlu dibuat buku kode atau coding book yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi variable yang akan dipakai dalam proses analisis data dan juga
membaca hasil analisis. Buku kode biasanya berisi :
1. Nomor Pertanyaan
2. Nama variabel
3. Jenis/type variabel
4. Lebar variabel
5. Label dan value label
Dalam memberikan kode perlu
diperhatikan : Apakah kode tersebut hanya simbol atau melambangkan
skor. Untuk kode “tidak tahu”,
“tidak relevan” dan “lain-lain” diberi kode tertentu yang
sama untuk memudahkan waktu analisis.
3. Entry Data
Setelah editing dan coding dilakukan, langkah
berikutnya adalah memasukkan data dalam kartu tabulasi atau file computer.
1. Kartu Tabulasi
Kartu tabulasi adalah sebuah
kartu ukuran persegi panjang dengan ukuran kira-kira 15x20 cm, atau lebih
kecil. Data yang telah dikode dipindahkan ke dalam masing-masing kotak bernomor
pada kartu. Setiap kotak memuat data pindahan dari keesioner. Kartu tabulasi
memuat data-data masing-masing responden.
2. File Komputer
File komputer adalah kode-kode
elektromagnetik yang digunakan untuk menyimpan data dan data tersebut dapat
ditampilkan kembali jika diperlukan. Ada banyak software yang bisa digunakan untuk entry data, diantaranya :
Excel, Data base, SPSS, Epi Info, Minitab, dan lainnya. Pada file komputer, jawaban satu responden
akan tersimpan dalam satu record
yang terdiri dari beberapa variabel/field.
Dibuat struktur file
yang berisi nama variabel, jenis dan lebar variable.
4.
Cleaning Data
Setelah data dimasukkan, data tidak langsung siap
untuk dianalisis, data harus bebas dari kesalahan Cleaning data adalah proses untuk menguji kebenaran data. Tujuan cleaning data yaitu untuk menyiapkan data agar pada saat analisis bebas dari kesalahan.Metode yang digunakan antara lain :
1.
Saat pengumpulan data
Setelah pengumpulan data,
cleaning harus segera
setelah data dikumpulkan.
Diperiksa kebenaran,
kelengkapan pengisian data
2.
Saat coding
Memeriksa
ulang isian sambil melakukan coding
3. Saat data entry
Beberapa program komputer
dilengkapi fasilitas untuk melakukan loncatan,menentukan range jawaban,
hubungan antar variabel (cek logika), dll
4. Sebelum analisis
a.
Validasi data : 2 orang memasukkan data yang sama,
dibandingkan hasilnya
b.
Distribusi frekuensi : Mengecek apakah ada
nomor kode diluar kode yang
ditetapkan.
c.
Tabulasi silang (tabel kontingensi) :
Mencek apakah ada pertanyaan yang meloncat.
5.
Analisis
Data
Tahap terakhir untuk merubah data menjadi informasi
adalah “analisis data”. Data hasil penelitian deskriptif disajikan apa adanya berdasarkan data yang
diperoleh tidak perlu dilakukan uji statistik seperti uji Chi Square, uji-t,
regresi atau korelasi karena tidak diperlukan adanya hipotesis. Dalam
epidemiologi deskriptif juga tidak melakukan perhitungan faktor resiko
terjadinya masalah kesehatan, seperti prevalensi rasio (RR), atau Odd Rasio
(OR) atau Relative Risk (RR). Hal-hal yang dilakukan dalam analisis data
epidemiologi deskriptif:
1. Analisis
untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat.
Menggambarkan kondisi kesehatan
masyarakat bisa melalui analisis :
1) Tabel
frekuensi dan tabulasi :
- Tabel distribusi frekuensi :Tabel distribusi frekuensi
menggambarkan pengaturan data secara teratur yang berurutan sesuai dengan besar
kecilnya angka atau digolong-golongkan ke dalam suatu kelas yang sesuai dengan
tingkatan dan jumlah yang ada pada masing-masing kelas.
a) Tabulasi
silang silang:Tabel tabulasi silang menunjukkan distribusi frekuensi antar
variabel yang dihubungkan untuk diketahui jumlah frekuensinya sesuai dengan
variabel- variabel yang dihubungkan secara silang (crostabs)
b) Rata-rata hitung (mean) : Rata-rata hitung adalah total semua nilai dibagi jumlah pengamatan
c)
Indikator kesehatan : Indikator kesehatan adalah
ukuran yang menggambarkan status kesehatan kelompok orang dalam populasi
tertentu.
2.
Interpretasi data dan menentukan masalah kesehatan
yang ada dengan
cara :
a.
Membandingkan cakupan dengan target
b.
Membandingkan cakupan saat ini dengan cakupan sebelumnya
c.
Membandingkan dengan skala yang lebih luas
d.
Melihat trend
3. Analisis dan interpretasi faktor yang berhubungan dengan
masalah kesehatan yang ada.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan-penjelasan
diatas, dapat ditarik kesimpulan manajemen data epidemiologi deskriptif adalah
kegiatan pengolahan dan analisis data untuk mendapat gambaran frekuensi serta
distribusi suatu masalah kesehatan pada penduduk menurut tempat, orang, dan
waktu.
3.2
Saran
Sebaiknya
dalam penelitian pengolahan data hendaknya sesuai dengan teknik atau cara
pengolahan data dan sesuai dengan tahapan manajemen data.
DAFTAR PUSTAKA
1. Budiarto, Eko. 2003. Pengantar Epidemiologi. Jakarta: EGC
2. Kunthi, Dyan N. 2011. Konsep
Dasar Epidemiologi. Jakarta: EGC
3. Morton, Richard. 2009.
Panduan Studi Epidemiologi dan Biostatistik. Jakarta: EGC
4. Noor, Nur Nasry.2008. Epidemiologi. Jakarta: Rineka Cipta
5. Notoadmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan
Seni.Jakarta:
Rineka Cipta